Click image for larger version. 

Name:	2019921.jpg 
Views:	0 
Size:	31.9 KB 
ID:	20596Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (ETKE), mencontohkan potensi sampah kota di Jakarta yang dikelola di Bantar Gebang, Bekasi menghasilkan sekitar 6.000 ton sampah perhari. Dengan teknologi landfill mampu membangkitkan listrik dengan kapasitas 12,5 MW.

"Kalau dulu kita sibuk menghabiskan energi untuk sampah, sekarang kita ubah, menghasilkan sampah untuk energi," tutur Rida di Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Guna mengoptimalkan potensi ini Kementerian ESDM telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 19/2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari pembangkit listrik berbasis sampah kota.

Rida menjelaskan harga jual listrik (feed in tariff) berbasis sampah kota berdasarkan Permen 19 ini terbagi dua kelompok berdasarkan teknologi pengolahan sampah. Bagi investor yang menggunakan teknologi zero waste, harga yang ditetapkan untuk tegangan menengah sampai dengan 10 mega watt (MW) sebesar Rp1.450 per Kilo Watt Hour (Kwh).

"Sedangkan teknologi zero waste dengan kapasitas tegangan rendah sampai dengan 10 MW sebesar Rp1.798 per Kwh. Teknologi zero waste merupakan teknologi pengelolaan sampah sehingga terjadi penurunan volume sampah yang signifikan melalui proses terintegrasi dengan gasifikasi atau insenerasi," ucapnya.